Yang Awal dalam Sejarah Film serta Bioskop

Published by pablojavkin.com on

Film Indonesia awal berjudul homoseksualitas

Istana Kecantikan( 1988) merupakan film Indonesia awal yang mengangkut isu homoseksualitas dalam bingkai drama keluarga. Film ini disutradarai Wahyu Sihombing. Menceritakan tentang Nico( Mathias Muchus), seseorang gay, yang dituntut berpura- pura menikahi Siska( Nurul Arifin) buat penuhi kehendak orang tua. Nico kesimpulannya menyeleweng dengan seseorang laki- laki serta bawa cerita ke ranah ikatan homoseksual yang lingkungan.

Dari seluruh film berjudul homoseksualitas yang dibuat pada masa Orde Baru, Istana Kecantikan merupakan film dengan alternatif tema intim yang sangat diingat serta didiskusikan sebab isunya yang khas serta mendobrak.

“ Perihal ini dapat terjalin sebab mulai timbul pemikiran yang lebih toleran baik dari pemirsa ataupun pekerja film, pula pengetahuan hendak konstruksi bukti diri intim alternatif dalam sinema Barat, Asia, serta Amerika Latin secara totalitas,” tulis Ben Murtagh dalam Genders and Sexualities in Indonesian Cinema. Istana Kecantikan memperoleh 6 nominasi dalam Festival Film Indonesia 1988 serta memenangi satu ialah Aktor Terbaik buat Mathias Muchus.[Rahadian Rundjan] Nonton Movie

Film terbaik awal dalam ajang Oscar

Academy Award ataupun Oscar ialah ajang penghargaan bergengsi dalam industri film Amerika Sertikat. Oscar kali awal diselenggarakan pada 16 Mei 1929. Seremoni berlangsung di Hotel Roosevelt, Los Angeles, yang dihadiri 270 partisipan serta tidak ditayangkan radio ataupun tv.

Pemenang perdana buat film terbaik merupakan film bisu bertajuk Wings. Film ini disutradarai William A. Wellman serta dibuat Paramount Pictures. Berdurasi 139 menit, Wings mengisahkan pilot- pilot pesawat tempur dalam Perang Dunia I dengan menyelipkan bumbu percintaan di dalamnya. Walaupun film bisu, Wings jadi film yang terbuat dengan bayaran penciptaan termahal pada zamannya.[Martin Sitompul]

Wanita Indonesia awal tampak di majalah Playboy

Ratna Assan lahir pada 16 Desember 1954 di Torance, California, Amerika Serikat, dari pendamping Indonesia Ali Hasan serta Soetidjah. Ibunya Soetidjah lebih diketahui bagaikan Dewi Dja, seseorang penari yang tampak dalam film- film penciptaan Holywood.

Nama Ratna Assan melejit kala membintangi film Papillon bersama Steve McQueen serta Dustin Hoffman pada 1973. Papillon jadi film termahal( 12 juta dolar) yang dibuat pada masanya. Ratna berfungsi bagaikan Zoraima, wanita Indian yang membantu seseorang pelarian kriminal Prancis bernama Henri Charriere“ Papillon”( Steve McQueen).

Penampilannya yang menawan serta mukanya yang eksotis menarik Playboy buat menunjukkan Ratna dalam rubrik pictorial setahun setelah itu.“ Ratna Assan sang‘ butterly girl’ bukan nama yang akrab, tetapi penampilannya bersama Steve McQueen di Papillon menjadikan wajah serta figurnya begitu sering di dengar,” tulis Playboy edisi Februari 1974.[Martin Sitompul]

Film India awal yang sukses internasional

Film Awaara, luncurkan tahun 1951, dengan Raj Kapoor bagaikan produser, sutradara, serta pemeran utamanya. Komposisi musik digarap regu Shankar Jaikishan. Soundtrack- nya dikira inovatif serta penggambaran lagunya luar biasa, sehingga disebut- sebut bagaikan mahakarya di masa keemasan film India.

Tidak hanya di dalam negara, film ini mencapai sukses di Timur Tengah, Afrika, sisa Uni Soviet, serta Asia Timur, apalagi jadi box office di Afro- Asia serta Timur Tengah. Para pemain serta lagu- lagunya jadi terkenal.

Bagi Sangita Gopal serta Sujata Moorti dalam“ Travels of Hindi Song and Dance”, pengantar dalam novel Global Bollywood, Awaara memanglah bukan salah satunya film India yang tersebar di luar negara tetapi dia merupakan yang awal mencapai popularitas berkat lagu- lagunya. Sukses Awaara diiringi oleh film Aan( 1952), Mother India( 1957), serta sebagian film yang belum lama tayang.[Aryono]

Di manakah bioskop pertama

Bioskop berasal dari bahasa Yunani, bios yang berarti hidup serta skopeein yang berarti memandang. Kedatangan bioskop tidak dapat dilepaskan dari Athanasius Kircher, seseorang Italia. Pada 1640, ia mengawali langkah memanipulasi foto sehingga nampak bergerak. Temuannya itu diucap magia catotrica ataupun lentera ajaib. Sehabis penemuan itu, Simon Ritter von Stampfer mengkreasi stroboscope, foto tembus pandang yang dapat dibersitkan sinar pada 1853.

Pertumbuhan jadi lebih kilat selepas itu. Puncaknya terjalin pada pertunjukan di Paris, 28 Desember 1895. Merupakan Lumiere bersaudara yang sediakan gedung tertutup buat memandang foto bergerak. Pertunjukan itu terjalin di kedai kopi. Orang wajib membayar bila mau memandang pertunjukan itu. Tadinya, pertunjukan demikian sudah diputar di Atlanta, Amerika Serikat, pada 1895 serta Berlin pada 1 November 1895. Tetapi, orang tidak butuh membayar buat melihatnya. Sebab itu, pertunjukan di Paris senantiasa dikira bagaikan bioskop awal.

Di manakah drive- in- theatre pertama

Drive- in- theatre merupakan konsep menyaksikan bioskop di luar ruangan, mirip layar tancap di Indonesia, tetapi penontonnya terletak di dalam mobil. Jadi, semacam suatu tempat parkir dengan sarana layar lebar.

Drive- in- theatre diperkenalkan di Las Cruces, New Mexico, Amerika Serikat, pada 11 Juni 1914 kala Airdome Theater dibuka. Film awal yang diputar merupakan For Napoleon and France karya sutradara Enrico Guazzoni. The Airdome Theater setelah itu ubah nama jadi Movieland Theater saat sebelum tutup pada Oktober 1926.

Masih di Las Cruces, Theatre de Guadlupe dibuka pada April 1915. Dia tutup lebih kilat dari pendahulunya, ialah pada Juli 1916. Drive- in- theatre setelah itu mewabah di Amerika Serikat. Konsep drive- in- theatre dipatenkan Richard Meter. Hollingshead, Jr. di Chamden, New Jersey, pada 6 Juli 1933 sehabis ia membuka drive- in- theatre di depan rumahnya setahun tadinya.[Arief Ikhsanudin]

Categories: berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *