Pemerintah adakan pelatihan SDM di beberapa lembaga

Published by pablojavkin.com on

Pemerintah mulai tahun depan hendak melakukan program pelatihan besar- besaran baik di tingkatan departemen, lembaga pemerintahan, industri BUMN ataupun juga swasta. Ini dicoba buat tingkatkan mutu Sumber Energi Manusia( SDM) di Indonesia.

Presiden Joko Widodo berkata, pemerintah bersedia mengirimkan warga buat menjajaki pelatihan di luar negara demi tingkatkan mutu SDM. Tidak hanya itu, pula pelatihan bakal dicoba di dalam negara.

“ Jadi, terdapat yang di dalam negara serta terdapat yang hendak kita kirim keluar,” kata Presiden Jokowi dikala membagikan sambutan pada kegiatan Peluncuran Sertifikasi Elektrik serta Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Indonesia di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa( 12/ 3).

Bagi Presiden, Bimtek Kepegawaian tidak tertutup mungkin untuk pemegang Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Indonesia hendak diseleksi pemerintah buat dikirim keluar. Ada pula batas pelatihan tersebut tidak pasti. Terdapat yang 6 bulan, setahun, apalagi dapat hingga 2 tahun.

“ Tujuannya buat belajar lagi, belajar skill, belajar teknologi- teknologi baru. Ini buat mengupgrade skill kita, mengupgrade SDM kita supaya mempunyai peluang buat belajar teknologi- teknologi baru,” ucap Jokowi.

Baginya, dikala ini pelatihan tersebut dibutuhkan. Tujuannya, supaya Indonesia tidak ketinggalan oleh negeri lain. Terlebih, hawa ekonomi

dikala ini kompetisi. Sebab itu, Presiden menekankan perlunya pembekalan keahlian- kemampuan baru untuk masyarakat negeri Indonesia.

“ Pelatihan ini yang dapat membuat kita mempunyai energi saing yang besar, membuat kita jadi pakar serta andal, unggul, Pelatihan Perusahaan berani berkompetisi baik di dalam negara ataupun di luar,” kata Jokowi.

“ Percuma kita memiliki teknologi yang canggih- canggih misalnya ataupun yang sangat baru namun tidak terdapat orang Indonesia yang dapat mengoperasikan, hati- hati. Hati- hati, kita wajib ingin belajar.”

Dalam peluang itu, Presiden Jokowi menyongsong baik program sertifikasi elektronik ini untuk pekerja konstruksi Indonesia. Presiden memperhitungkan, perihal ini berarti buat membagikan keunggulan terpaut dengan jaminan profesionalisme, jaminan kualitas, jaminan akuntabilitas di tiap tipe pekerjaan- pekerjaan yang terdapat di Indonesia.

Tadinya Menteri Pekerjaan Universal serta Perumahan Rakyat( PUPR) Basuki Hadimuljono, dalam laporannya, mengantarkan peluncuran sertifikat elektronik tenaga kerja konstruksi Indonesia ialah bagian dari program pengembangan sumber energi manusia jasa konstruksi.

“ Pada hari ini hendak dilaksanakan peluncuran sertifikat elektronik yang diiringi dengan penyerahan sertifikat serta uji sertifikasi untuk 16. 000 orang tenaga kerja konstruksi yang terdiri atas 13. 900 orang tenaga terampil serta 2. 100 orang tenaga pakar,” kata Basuki.

Dia mengatakan, program ini ialah tindak lanjut perintah Presiden pada kegiatan percepatan sertifikasi 10. 000 tenaga kerja konstruksi pada 31 Oktober 2018 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta.

Bagi Basuki, hingga dengan 2018 jumlah tenaga kerja yang bersertifikat baru menggapai 616. 000 orang dari total tenaga kerja konstruksi sebesar 8, 3 juta orang. Maksudnya, baru terdapat 7, 4%

yang mempunyai sertifikat tersebut.

Menteri PUPR menargetkan, pada tahun 2019 hendak terdapat 512. 000 tenaga kerja konstruksi bersertifikat ataupun 10 kali lipat dari rata- rata capaian tahunan program sertifikasi sepanjang 2015 hingga 2018 yang jumlahnya 50. 000 orang tiap tahun.

Categories: Pelatihan

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *