Cara Merawat Jaket Pelampung

Published by pablojavkin.com on

Mengenakan jaket pelampung yang disetujui oleh Penjaga Pantai adalah salah satu langkah keselamatan terbaik yang dapat Anda lakukan untuk diri sendiri dan orang yang Anda cintai saat Anda berada di atau dekat air. Mengetahui bahwa perlengkapan perlindungan jiwa Anda telah dirawat dan dirawat dengan baik akan sangat meningkatkan perasaan aman Anda.

Jaket pelampung yang tidak dibersihkan cara merawat benda dan disimpan dengan benar di sela-sela penggunaan, dan terutama di antara musim, bisa kehilangan daya apung. Jaket pengapung dengan daya apung yang kurang optimal tidak akan mengapung setinggi di air dan tidak akan menopang berat yang awalnya dirancang. Mengikuti tujuh pedoman sederhana ini akan memastikan bahwa pelindung hidup Anda akan berada dalam kondisi terbaik untuk menyelamatkan nyawa dalam keadaan darurat air.

Waketum PB ESI Bambang Sunarwibowo Prediksi Esports Kian Tumbuh di Indonesia 2021

1. Periksa robekan, robekan, jamur, lumut dan area yang aus. Buang pelampung yang tidak dalam kondisi baik. Saat berada di bawah tekanan, apa yang tampak seperti sobekan ringan atau bagian yang aus bisa lepas, membahayakan nyawa pemakainya. Jika Anda membuang perangkat flotasi yang sudah usang, potonglah sehingga tidak ada orang lain yang tergoda untuk menggunakan barang yang tidak aman.

2. Bilas jaket pelampung Anda di penghujung hari. Semprotan garam dan laut yang tertinggal di alat pengapung akan menarik kelembapan, yang pada gilirannya menarik jamur dan busuk. Menghilangkan garam akan membantu menjaganya tetap kering di penyimpanan. Bahkan pelampung yang telah dipakai hanya di air tawar, atau belum pernah berada di dalam air sama sekali, akan mengumpulkan garam dari kulit Anda. Bilas dengan baik setelah Anda selesai memakainya untuk hari itu.

3. Jika rompi membutuhkan lebih dari sekadar bilas cepat, gunakan deterjen lembut untuk mencucinya, lalu bilas hingga bersih. Jangan pernah menggunakan produk pembersih yang kuat dan jangan pernah mengeringkan jaket pelampung. Bahan kimia ini dapat melemahkan kain dan mengurangi daya apung.

4. Angin-anginkan semua perlengkapan flotasi secara menyeluruh sebelum menyimpannya. Jangan pernah mengeringkannya di bawah sinar matahari langsung atau di depan radiator, kompor, atau sumber panas langsung lainnya. Panas yang berlebihan dapat melemahkan atau menghancurkan kain luar dan menghancurkan bahan pelampung bagian dalam.

5. Setelah bersih dan kering, simpan jaket pelampung Anda di tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi baik. Banyak orang menyimpan perangkat apung mereka di dalam ruangan atau lemari penyimpanan di atas kapal mereka. Selama musim berperahu, area penyimpanan ini berfungsi dengan baik jika kering dan berventilasi baik. Selama “musim sepi”, semua pelindung kehidupan harus dilepas dan disimpan di pantai jauh dari kelembaban.

6. Jangan pernah meletakkan benda berat di atas jaket pelampung. Tekanan tanpa henti pada perangkat flotasi dapat menekan kantong udara di bahan flotasi. Hindari juga menggunakannya sebagai bumper perahu, bantal kursi atau bantal.

7. Bersiaplah untuk segera mengganti pelampung anak yang ukurannya terlalu kecil. Anak Anda akan enggan memakai jaket pelampung yang terlalu ketat atau menjadi tidak nyaman. Alat pengapung yang terlalu kecil tidak akan menopang kelebihan berat badan di dalam air. Pelampung yang tidak dipakai, atau tidak mengapung cukup tinggi di dalam air, adalah pelampung yang tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik untuk menyelamatkan nyawa.

Ikuti tujuh pedoman sederhana ini untuk merawat jaket pelampung Anda dan perangkat pelampung lainnya dan mereka akan memberi Anda layanan bertahun-tahun dan ketenangan pikiran di dalam, di, dan di dekat air.

Categories: merawat benda

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *